Posts by Yas Bagus

Pemimpi berpengalaman yang menghargai perspektif orang lain dan suka menciptakan keteraturan di atas kekacauan. Anda dapat menemui saya sedang berjalan tunduk tengadah di Taman Anggur, Ciamis; mencari ilmu bekas guna mengubah alam mimpi :D

Buang Buku

Tentu Anda tahu cara membaca. Tapi tahukah Anda bagaimana membaca dengan baik? Tentu, Anda pun tahu.

Banyak orang yang membaca buku hanya untuk hiburan. Itu baik, cara yang bagus untuk melewati waktu. Namun berkali-kali orang mengambil dan menaruh kembali buku itu dengan maksud mempelajari sesuatu yang penting. Jika Anda salah satu dari orang-orang itu, penting untuk tidak membodohi diri sendiri, jangan akhirnya tidak belajar apapun, dan hanya buang waktu saja. Begitulah membaca sebagai hiburan tanpa Anda menyadarinya.

Ini adalah masalah besar bagi saya, menyadari bahwa saya telah menyia-nyiakan banyak waktu, padahal saya dapat membaca buku secara produktif. Berikut cara saya memecahkan masalah itu:

Memilah Milih Buku
Ada jutaan buku di dunia. Anda tidak dapat membaca semuanya. Jadi Anda harus memilih. Pertimbangkan apa yang harus didapatkan dari buku tersebut. Apakah waktu Anda layak untuk membacanya? Apakah buku itu dapat ditindaklanjuti? Saya membaca buku-buku hasil ulasan, bahwa dari daftar ulasan mereka terlihat seperti memberi nilai nyata bagi saya.

Pikirkan Hal yang dapat Dilakukan dari Bacaan
Membaca itu baik, namun dalam banyak kasus, selalu pengalaman menjadi guru yang lebih baik. Selain itu, mengambil pengalaman dapat membantu Anda memahami dan menerapkan pelajaran di buku dengan lebih baik. Saya mengadopsi siklus baca – praktik, di mana saya membaca lalu menindaklanjutinya lalu membaca yang lain, terus meningkatkan keterampilan apa pun yang harus saya kuasai. Ini juga memvalidasi saran dari buku.

Baca Ringkasan, Baca Buku, lalu Baca Ringkasan Kembali
Hal ini mempertahankan gagasan utama buku yang Anda baca. Pertama-tama menemukan ringkasan buku yang berkualitas dan membiasakan diri dengan poin-poin dasar. Lalu Anda membaca buku yang sebenarnya. Kemudian, ketika Anda selesai, lihat kembali ringkasannya guna mengingatkan Anda akan poin-poin kunci dan contoh-contoh yang terdapat dalam buku tersebut. Perhatikan bahwa Anda tidak boleh membaca ringkasannya saja, karena ringkasan hanya berfungsi untuk mengingatkan isi buku, tidak mengganti isi buku.

Membaca secara Aktif
Jika Anda mencari informasi, tidak perlu membaca setiap kata di setiap halaman. Bebaslah untuk melewati bagian-bagian yang sudah Anda ketahui, atau ketika penulis terlalu banyak menguraikannya. Sebaliknya, Anda baca kembali bagian penting.

Mencatat Selama, atau Setidaknya setelah Membaca
Idealnya, Anda harus mencatat apa yang Anda baca. Luangkan waktu setelah membaca buku untuk meringkas dan menginternalisasi isi buku yang selaras terutama dengan kepentingan hidup Anda. Jika Anda tidak menemukan jawaban, dapat dipastikan Anda menyia-nyiakan waktu dengan membaca buku tersebut.

Jangan Ragu Membuang Buku Buruk
Jika Anda tidak menyukainya, itu membuang-buang waktu. Saatnya beralih dengan buku lain.

Pertimbangkan Sumber selain Buku
Seringkali, mengenai topik apa pun, buku menjadi sumber informasi terbaik, dan lebih berkualitas karena ditinjau secara intensif. Tapi banyak sumber online yang dapat diandalkan juga. Blog ini tidak termasuk ke dalamnya.

Buka Hati

Hati adalah ruang suci yang ditempatkan oleh Tuhan di dalam diri setiap orang, yang menyimpan percikan Ilahi di dalam diri kita. Dalam sebuah perkataan yang sangat dicintai oleh para sufi, Tuhan mengungkapkan, “Aku yang tidak bisa ditampung oleh langit dan bumi, muat di hati orang beriman yang ikhlas.” Oleh karena itu, hati ini yang berada di dalam diri kita lebih berharga daripada tempat suci yang berada di bumi. Tempat suci duniawi dibangun oleh orang-orang suci dan nabi-nabi agung, namun hati dibangun oleh Tuhan, untuk menampung Tuhan.

Banyak dari kita telah mengabaikan hati kita. Kita juga membiarkan di dalam hati kita terjadi penyembahan berhala; segala hal yang fana di dunia ini. Kita menyembah ketenaran, uang, dan kekuatan duniawi, dan mengabdikan diri untuk haus akan mereka dan mengejar mereka. Sebagian besar dari kita telah menghabiskan lebih banyak waktu untuk meraih tujuan duniawi daripada menemukan Tuhan. Salah satu praktik dasar tasawuf adalah mengulangi ungkapan, laa ilaaha illallooh, “Tidak ada tuhan selain Alloh.” Satu makna dari frasa suci ini adalah, “Tidak ada yang layak disembah kecuali Alloh.” Disiplin tasawuf termasuk membersihkan hati kita dari berhala yang telah kita rawat di sana, menjadikannya ruang suci yang sesuai untuk kehadiran Alloh.

Guru saya mengajarkan bahwa tujuan tasawuf adalah mengembangkan hati agar bisa ibadah. Siapapun bisa belajar bentuk-bentuk ibadah luar, tapi jauh lebih sulit mengajarkan hati kita untuk beribadah. Bagian luar selalu lebih mudah dari dalam. Misalnya, tidak sulit untuk membuat bagian luar kita bersih dengan mandi dan memakai pakaian bersih, tapi sangat sulit untuk membersihkan bagian dalam tubuh kita. Melalui praktik taat, khidmah, dan riyadhoh yang ikhlas dan sabar, hati menjadi bersih dan berkembang.


Hati digambarkan sebagai mediator antara tiga yang rendah dan tiga yang tinggi. Jika hati terbuka, energi tidak akan tetap menempel di rendah. Hati membantu menarik dan lalu mendorong energi ke atas, mengaktifkan yang tinggi dan lebih spiritual.

Dalam tradisi sufi, hati dipandang sebagai mediator antara pengaruh material di luar dan pengaruh spiritual di dalam diri kita. Jika nafsu (kesombongan, keserakahan, dan kecenderungan negatif) kita terlibat dengan hal-hal luar di dunia ini, mereka mengeluarkan semacam panas dan asap yang mengaburkan perhatian kita dan menyembunyikan cahaya spiritual hati. Semakin kita membuka cahaya batin itu, semakin kita dapat melihat dengan jelas kecenderungan negatif kita sendiri, dan juga, semakin kita memperkuat kecenderungan positif dan spiritual kita.

Kuasai Diri

Mengapa Anda repot-repot membaca artikel ini? Bukankah banyak pilihan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada membaca?

Saya membaca karena ingin menemukan cara, bagaimana menjalani hidup. Saya ingin menjalani hidup dengan baik. Saya ingin memperbaiki diri, sehingga saya bisa merasakan kedamaian.

Menurut saya, cara yang paling efektif efisien adalah dengan menguasai diri. Jika kita dapat menguasai diri, maka kita dapat menguasai segala aspek kehidupan, bahkan bila itu sesuatu yang berada di luar lingkungan kita (faktor eksternal), yang sepertinya di luar kendali kita.

Penguasaan diri memiliki outcome; perbaikan diri.

Hidup adalah sebuah perjalanan dan kita seharusnya tumbuh sebagai seseorang, secara fisik dan mental. Jika Anda seperti saya, Anda memiliki dorongan batin ini untuk memperbaiki diri Anda sebagai seseorang. Meskipun pada saat dihadapkan dengan kenikmatan sesaat, sulit bagi kita untuk tidak tergoda. Juga kisah-kisah sukses dan menjadi kaya secara instan yang mempesona, membuat kita mudah bingung, pilih berkarir dengan sukses atau menjalani kehidupan yang penuh kedamaian.

Permainan kehidupan, permainan penguasaan diri, tidaklah gampang. Perjalanan ini tak ada ujungnya, baik itu berakhir menderita ataupun bahagia. Bagaimanapun saya memilih jalan terjal penguasaan diri ini daripada membiarkan diri saya tergoda oleh khayalan, membohongi diri, dan kabur dari pertempuran.

Mungkin ada bisikan kecil di atas pundak Anda mendesak untuk memilih jalan menuju kenikmatan yang mudah dijangkau, dengan kebodohan dan ketidak pedulian.

Di sisi lain ada minoritas yang memberitahu Anda seperti apa kehidupan yang sukses; kerja keras, travelling, memiliki rumah dan mobil mewah, berkeluarga dan menjadi tua.

Kedua-duanya mendorong Anda mengambil keputusan; karena pada akhirnya Anda akan mati, mengapa tidak sedikit bersenang-senang dan menimbun dunia sebelum masuk liang lahat?!

Cepat atau lambat, orang akan menyadari bahwa jalan pintas yang diiming-iming oleh iblis bukanlah cara yang tepat untuk dilakukan, karena tidak mendukung Anda tumbuh sebagai seseorang, Anda tidak bisa menyembunyikan seluruh hidup Anda.

Minoritas di pundak lain merasa nyaman. Anda sukses di mata publik. Ini bukan jalan pintas, tapi bisa dilewati dan sepertinya pilihan yang tepat. Orang-orangpun pergi dengan minoritas ini dan menginvestasikan sebagian besar hidup mereka ke banyak perusahaan lain sebagai jaminan kesejahteraan bagi keturunan mereka.

Komitmen, Fokus, Konsisten

Sesungguhnya, ada pilihan ketiga, dan jauh lebih baik; penguasaan diri. Dengan menguasai diri, Anda belajar tentang diri Anda (ngaji diri) dan menjalani hidup dengan baik di atas pengetahuan tentang diri Anda.

Ini adalah kemampuan berperilaku, berkomitmen dengan cara mendorong Anda mendekati tujuan, fokus hanya tertarik daripada menjauh dari tujuan, dan konsisten melakukan keduanya.

  • Komitmen; kemampuan untuk menata tindakan dan terus bergerak maju tanpa peduli betapa sulitnya atau bagaimana perasaan Anda ketika tidak termotivasi.
  • Fokus; kemampuan untuk mengenali, mengatakan tidak ketika godaan atau gangguan berada di depan mata.
  • Konsisten; kemampuan mengambil tindakan berkelanjutan dalam menghadapi keraguan diri.

Apa Perlunya Menguasai Diri

Lebih daripada yang telah dibuktikan oleh sejarah, penguasaan diri adalah keterampilan penting yang dapat menyelamatkan manusia dari potensi penghancuran diri sendiri.

Dengan penguasaan diri, Anda bisa mendapatkan segalanya. Anda belajar, tumbuh, mengubah atau mengatasi hambatan lahir batin.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan atau menjalani gaya hidup yang sehat, tidak cukup dengan hanya menonton acara memasak atau memiliki kartu member fitness. Itu awal yang baik, namun pada akhirnya, Anda harus pergi ke dapur untuk memasak menu gizi seimbang dan beranjak dari sofa untuk berolahraga. Anda harus mengatasi gaya hidup dengan cara-cara kebiasaan yang menyehatkan.

Jika Anda ingin membangun bisnis yang menguntungkan, tidak cukup menghadiri workshop. Pengetahuan itu penting, tapi tidak ada gunanya sampai Anda bertindak atasnya. Anda harus memaksakan diri untuk mengambil tindakan. Anda harus mengatasi gangguan yang menghalangi Anda menyelesaikan apa yang dibutuhkan untuk menciptakan produk, menarik pelanggan dan melakukan penjualan.

Tidak masalah apa yang ingin Anda capai dalam hidup, tidak cukup untuk belajar bagaimana mencapainya. Anda harus membuat diri Anda melakukannya, dan itu membutuhkan penguasaan diri.

Dan lagi, penguasaan diri sangat penting terutama ketika Anda mengalami kesulitan. Siapapun bisa mengarahkan kapal saat laut tenang. Tapi ketika hal-hal yang tak terelakkan mulai terasa sulit —terasa sia-sia, atau membosankan, atau menakutkan— orang-orang yang mampu mengendalikan perilaku mereka adalah orang-orang yang bertahan di saat ombak menerjang, dan terus bergerak menuju tujuan mereka.

Senangkan Orang Lain

Karena sesuatu hal besar, seringkali kita melupakan hal sepele; sesuatu yang tidak hanya membuat kita manusiawi, tapi juga membantu kita berjaya dalam hubungan, pekerjaan dan kehidupan pada umumnya. Hal sepele itu menyenangkan orang lain.

1. Mendengarkan

Mendengarkan adalah dasar dari hubungan baik. Jika Anda menyebut Anda seorang pemimpin, maka Anda harus mendengarkan apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh khalayak Anda, mendengarkan tantangan yang dihadapi mereka. Mendengarkan tim Anda, dan bukalah terhadap gagasan baru. Dalam bidang bisnis, bahkan mendengarkan pesaing Anda.

2. Bercerita

Ini bertujuan untuk menawan hati orang-orang dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan. Entah Anda sedang menceritakan sebuah kisah kepada satu prospek saat makan siang, atau ribuan orang melalui artikel online, sebuah cerita bisa menarik khalayak dan menjual gagasan Anda.

3. Autentik

Kerendahan hati sebagai salah satu keunggulan pemimpin yang autentik dapat menciptakan energi positif. Seorang pemimpin itu asli tentang diri mereka, menggabungkan kehidupan personal dan profesional bersama-sama. Siapapun, apakah itu pelanggan, karyawan, ataupun media, mau membantu orang yang autentik untuk berjaya.

4. Terbuka

Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Seseorang yang berusaha menyembunyikan rahasia akhirnya akan terungkap. Keterbukaan berdampak pada kepercayaan khalayak Anda. Yang lebih penting, keterbukaan membuat tidur Anda nyenyak.

5. Pemain Tim

Tidak peduli seberapa kecil lingkaran hubungan Anda, Anda pasti berinteraksi dengan orang lain setiap hari. Turun tangan mendorong gagasan inovatif, mempraktikkan kerendahan hati, memungkinkan orang lain berkinerja sesuai aturan yang Anda ciptakan.

6. Responsif

Setiap khalayak adalah mesin penggerak yang potensial. Anda perlu mengenali adanya mesin ini. Apakah itu komunikasi lewat pesan, email, catatan atau tweet, merespon khalayak menunjukkan bahwa Anda peduli dan lalu memungkinkan mereka memberi dampak positif pada Anda.

7. Beradaptasi

Tidak pernah ada perubahan dalam masyarakat dan pasar yang lebih cepat daripada yang kita jalani hari ini. Anda harus fleksibel dalam mengelola perubahan peluang dan tantangan, dan cukup gesit untuk bertindak pada saat yang tepat. Keterbelakangan tidak lagi diterima oleh siapapun.

8. Bergairah

Mereka yang mencintai apa yang mereka lakukan tidak akan merasa lelah dalam hidup mereka. Orang-orang yang mampu membawa gairah ke dalam pekerjaan mereka memiliki keuntungan yang luar biasa, karena gairah itu menular ke khalayak mereka. Menyesuaikan dan memelihara gairah akan mempengaruhi keuntungan Anda.

9. Kejutan

Kebanyakan orang menyukai kejutan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada banyak cara untuk memberi kejutan tanpa mengeluarkan uang; sebuah senyuman. Kejutan menciptakan kesenangan, dan dalam bisnis, kesenangan menciptakan peluang pemasaran dari mulut ke mulut yang luar biasa.

10. Kesederhanaan

Serumit apapun yang terjadi di dunia ini, kesederhanaanlah yang paling banyak disebut oleh khalayak; dalam rupa, bentuk, dan fungsi. Mengatasi tantangan yang rumit dan menyaringnya ke komponen sederhana memungkinkan khalayak lebih mudah memahami dan membeli visi Anda.

11. Berterima kasih

Anda harus selalu menunjukkan syukur atas orang-orang yang berkontribusi terhadap kejayaan Anda. Dengan mengucapkan terima kasih kepada khalayak membuat pemimpin rendah hati dan diterima dengan baik.

Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan

Dengan menunjukkan kesamaan tindakan yang Anda harapkan dari orang lain, Anda akan mendapatkan lebih banyak rasa senang dari khalayak Anda; pasangan, anggota keluarga, tetangga, tim, rekan kerja, mitra bisnis dan pelanggan Anda. Lebih-lebih menyenangkan orang lain itu termasuk ibadah.

Pertanyakan Bukti

​Setiap hari kita terus-menerus mengkonsumsi informasi baik yang baru maupun yang berupa pengulangan. terdapat banyak media yang tersedia; berita, artikel, blog, buku, TV, film, atau percakapan yang kita miliki dengan orang lain.
Dalam banyak hal, kelimpahan informasi ini memungkinkan kita mencapai tingkat pengetahuan yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan. Namun, hal itu juga dapat menyebabkan perubahan negatif terhadap pandangan dan kepercayaan kita. Bahkan apabila informasi yang kita peroleh tidak benar, dapat mempengaruhi pilihan kita di masa depan. Hal ini terutama terjadi jika informasi yang kita konsumsi sesuai dengan keyakinan kita sebelumnya atau karena sedikit pengetahuan kita tentangnya. Karenanya penting bagi Anda untuk berhati-hati untuk tidak membiarkan informasi semacam ini masuk ke dalam pikiran Anda.
Anda harus terbuka untuk mempelajari hal-hal baru dan menyesuaikan pandangan dalam menghadapi bukti baru ini. Sangat mudah menemukan bukti untuk sesuatu yang Anda setujui. Jauh lebih sulit untuk mencari informasi yang mungkin bisa membuktikan bahwa Anda salah.
Efek negatif dari informasi yang keliru dapat dikurangi jika Anda mengkritik informasi yang Anda konsumsi. Tidak hanya menyerap informasi secara pasif, tapi juga secara aktif mempertanyakan semua hal yang masuk ke dalam pikiran Anda.

Kapan pun Anda menemukan diri Anda mempelajari sesuatu yang baru, tanyakan pada diri Anda:

  1. Seberapa benar informasi ini?
  2. Apa sumber dari klaim ini?
  3. Bukti apa yang mereka miliki untuk mendukung pandangan ini?
  4. Bukti apa yang mungkin melawan pandangan ini?
  5. Apakah pandangan ini tampak logis dan rasional?
  6. Apa pandangan lain yang mungkin bisa menjadi alternatif yang lebih baik?
  7. Di mana saya bisa melakukan lebih banyak penelitian?

Semua jawaban dari pertanyaan itu dapat membentuk kepercayaan Anda, seringkali kali tanpa Anda menyadarinya.

Antisipasi Perubahan

Menyenangkan! Menjengkelkan! Perubahan terus menerus mengambil tempat dalam hidup kita. Perubahan tidak pernah berhenti. Dan satu-satunya yang konstan dalam hidup ini adalah perubahan.

Perubahan kurikulum pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi; kenaikan harga, kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan. Yang tersisa yang dapat kita lakukan adalah membiasakannya, dan menjadikan perubahan sebagai sarana untuk menuju yang terbaik dalam hidup kita. Apa yang dapat kita lakukan untuk tidak membiarkan perubahan ini memakan kita hidup-hidup?

Bagaimana Anda Berurusan dengan Perubahan?

Saya mendefinisikan puisi sebagai musik verbal. Dalam berlalunya waktu, saya berusaha menangkap satu momen, sebuah emosi ataupun ide, dan menerjemahkannya ke dalam kumpulan kata-kata singkat tersambung berirama. Misal, memvisualisasikan seorang petani dengan kesederhanaannya, dan membiarkan daya imajinasi saya membuat terjemahannya sendiri. Ketika pikiran kreatif saya menceritakan dirinya sendiri ke dalam sebuah kisah atau -bahkan bisa jadi- menjadi lebih kompleks, biasanya berkembang menjadi sebuah lagu.

Seperti itulah mungkin perubahan. Thus, sementara Anda selalu mampu mengendalikan perubahan, Andapun mampu mengubah hasilnya.

Mengubahnya dengan mengantisipasinya terlebih dahulu, biar Anda bisa membuat kisah yang segar seperti Thor Ragnarok versus membiarkan perubahan membuat Anda KO.

We’re the younger generation
And we’re here to face the day
….
Ready for a change in the weather
~ Tesla

Antisipasi, prediksi, lihat gejala-gejalanya, karena perubahan sedang berjalan menuju Anda, pasti. Andapun harus siap ketika perubahan tiba di depan Anda. Alih-alih, Anda samperin saja tuh perubahan 🙂

Anda pelajari, dan Anda usahakan agar perubahan sejalan dengan kesukaan Anda. Pahami mana yang dapat Anda pengaruhi dan mana yang tidak dapat Anda kendalikan. Terkadang perubahan memerlukan pengertian ‘ia itu begitu’, tetap semangat, dan lanjutkan. Penerimaan dan pengertian bisa mendorong Anda, ya, daripada menunggu suatu hal berubah kembali.

Tidak selalu harus melupakan yang telah berlalu. Perubahan berjalan terus, hal yang dianggap kolot, seringkali menjadi muda lagi.

Munculkan Urgensi

Saya percaya bahwa api kejayaan di hati kita dapat tetap bersinar hanya setelah kita memunculkan rasa urgensi atas semua yang kita lakukan. Ini adalah masalah hidup dan mati, karena dalam arti tertentu, di kala kita maju kita hidup dan di kala kita berhenti kita mati. Jika Anda tidak mempercayainya, bicaralah pada siapa saja yang telah kehilangan rasa urgensi untuk menyelesaikan sesuatu, dan telah hanyut dalam kepuasan akan diri sendiri, hanyut dalam keadaan yang biasa-biasa saja dan hanyut dalam kegagalan. Jika Anda tanpa ada rasa urgensi dalam pekerjaan Anda, Anda akan mengerti maksud saya.

Urgensi adalah perasaan yang membuat Anda tahu bahwa kemarin musnah selamanya, dan besok tidak akan pernah ada. HARI INI ada di genggaman Anda. Dengan itu Anda tahu bahwa melalaikan tugas hari ini akan menambah terbuangnya kemarin, dan menunda pekerjaan hari ini akan menambah beban di masa yang akan datang.

Rasa urgensi mendorong Anda mencapai hasil yang sekarang ada di hadapan Anda. Bersyukurlah kepada Alloh SWT atas rasa urgensi yang bisa mengubah keadaan lusuh dan kusam menjadi kehidupan yang berkilau. Atau saat ini juga, mintalah kepada Alloh SWT untuk memberi Anda rasa urgensi. Walaupun sebenarnya Alloh SWT telah melakukannya. Oleh karena itu, segeralah ambil tindakan.