Kuasai Diri

Mengapa Anda repot-repot membaca artikel ini? Bukankah banyak pilihan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada membaca?

Saya membaca karena ingin menemukan cara, bagaimana menjalani hidup. Saya ingin menjalani hidup dengan baik. Saya ingin memperbaiki diri, sehingga saya bisa merasakan kedamaian.

Menurut saya, cara yang paling efektif efisien adalah dengan menguasai diri. Jika kita dapat menguasai diri, maka kita dapat menguasai segala aspek kehidupan, bahkan bila itu sesuatu yang berada di luar lingkungan kita (faktor eksternal), yang sepertinya di luar kendali kita.

Penguasaan diri memiliki outcome; perbaikan diri.

Hidup adalah sebuah perjalanan dan kita seharusnya tumbuh sebagai seseorang, secara fisik dan mental. Jika Anda seperti saya, Anda memiliki dorongan batin ini untuk memperbaiki diri Anda sebagai seseorang. Meskipun pada saat dihadapkan dengan kenikmatan sesaat, sulit bagi kita untuk tidak tergoda. Juga kisah-kisah sukses dan menjadi kaya secara instan yang mempesona, membuat kita mudah bingung, pilih berkarir dengan sukses atau menjalani kehidupan yang penuh kedamaian.

Permainan kehidupan, permainan penguasaan diri, tidaklah gampang. Perjalanan ini tak ada ujungnya, baik itu berakhir menderita ataupun bahagia. Bagaimanapun saya memilih jalan terjal penguasaan diri ini daripada membiarkan diri saya tergoda oleh khayalan, membohongi diri, dan kabur dari pertempuran.

Mungkin ada bisikan kecil di atas pundak Anda mendesak untuk memilih jalan menuju kenikmatan yang mudah dijangkau, dengan kebodohan dan ketidak pedulian.

Di sisi lain ada minoritas yang memberitahu Anda seperti apa kehidupan yang sukses; kerja keras, travelling, memiliki rumah dan mobil mewah, berkeluarga dan menjadi tua.

Kedua-duanya mendorong Anda mengambil keputusan; karena pada akhirnya Anda akan mati, mengapa tidak sedikit bersenang-senang dan menimbun dunia sebelum masuk liang lahat?!

Cepat atau lambat, orang akan menyadari bahwa jalan pintas yang diiming-iming oleh iblis bukanlah cara yang tepat untuk dilakukan, karena tidak mendukung Anda tumbuh sebagai seseorang, Anda tidak bisa menyembunyikan seluruh hidup Anda.

Minoritas di pundak lain merasa nyaman. Anda sukses di mata publik. Ini bukan jalan pintas, tapi bisa dilewati dan sepertinya pilihan yang tepat. Orang-orangpun pergi dengan minoritas ini dan menginvestasikan sebagian besar hidup mereka ke banyak perusahaan lain sebagai jaminan kesejahteraan bagi keturunan mereka.

Komitmen, Fokus, Konsisten

Sesungguhnya, ada pilihan ketiga, dan jauh lebih baik; penguasaan diri. Dengan menguasai diri, Anda belajar tentang diri Anda (ngaji diri) dan menjalani hidup dengan baik di atas pengetahuan tentang diri Anda.

Ini adalah kemampuan berperilaku, berkomitmen dengan cara mendorong Anda mendekati tujuan, fokus hanya tertarik daripada menjauh dari tujuan, dan konsisten melakukan keduanya.

  • Komitmen; kemampuan untuk menata tindakan dan terus bergerak maju tanpa peduli betapa sulitnya atau bagaimana perasaan Anda ketika tidak termotivasi.
  • Fokus; kemampuan untuk mengenali, mengatakan tidak ketika godaan atau gangguan berada di depan mata.
  • Konsisten; kemampuan mengambil tindakan berkelanjutan dalam menghadapi keraguan diri.

Apa Perlunya Menguasai Diri

Lebih daripada yang telah dibuktikan oleh sejarah, penguasaan diri adalah keterampilan penting yang dapat menyelamatkan manusia dari potensi penghancuran diri sendiri.

Dengan penguasaan diri, Anda bisa mendapatkan segalanya. Anda belajar, tumbuh, mengubah atau mengatasi hambatan lahir batin.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan atau menjalani gaya hidup yang sehat, tidak cukup dengan hanya menonton acara memasak atau memiliki kartu member fitness. Itu awal yang baik, namun pada akhirnya, Anda harus pergi ke dapur untuk memasak menu gizi seimbang dan beranjak dari sofa untuk berolahraga. Anda harus mengatasi gaya hidup dengan cara-cara kebiasaan yang menyehatkan.

Jika Anda ingin membangun bisnis yang menguntungkan, tidak cukup menghadiri workshop. Pengetahuan itu penting, tapi tidak ada gunanya sampai Anda bertindak atasnya. Anda harus memaksakan diri untuk mengambil tindakan. Anda harus mengatasi gangguan yang menghalangi Anda menyelesaikan apa yang dibutuhkan untuk menciptakan produk, menarik pelanggan dan melakukan penjualan.

Tidak masalah apa yang ingin Anda capai dalam hidup, tidak cukup untuk belajar bagaimana mencapainya. Anda harus membuat diri Anda melakukannya, dan itu membutuhkan penguasaan diri.

Dan lagi, penguasaan diri sangat penting terutama ketika Anda mengalami kesulitan. Siapapun bisa mengarahkan kapal saat laut tenang. Tapi ketika hal-hal yang tak terelakkan mulai terasa sulit —terasa sia-sia, atau membosankan, atau menakutkan— orang-orang yang mampu mengendalikan perilaku mereka adalah orang-orang yang bertahan di saat ombak menerjang, dan terus bergerak menuju tujuan mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s