Biarkan Surga Mendambakan Anda

“Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Itulah aspirasi saya hingga aktif terlibat dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk semua orang. Kepedulian ini terinspirasi oleh seorang hamba Alloh SWT yang mengucapkan pernyataan itu; Muhammad Saw.

Tidak seperti saya, Muhammad Saw mengerjakan semua yang ia ucapkan. Dengan khotbahnya ia mengguncang dasar-dasar masyarakat yang tidak adil melalui reformasi sosial. Ia melindungi orang miskin dengan menunaikan zakat, dan melumpuhkan sistem berbasis kesombongan dengan menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, kesejahteraan, kebebasan, martabat dan kedamaian. Bagaimanapun saya berusaha untuk melakukannya.

Pernah berperan sebagai aktivis sosial di sebuah organisasi dakwah, saya dihadapkan dengan berbagai macam orang. Sebagian besar penuh dengan kelimpahan. Sebagian lagi penuh kekurangan. Dengannya saya menemukan perbedaan antara mereka yang memutar roda dengan mereka yang puas dengan apa yang terjadi. Yang saya pelajari adalah untuk tidak mengabaikan orang-orang yang menderita di muka bumi. Demikian Muhammad Saw mengajarkan bahwa semua manusia mempunyai hak yang sama. Hak untuk merasa senang.

“Manusia itu sama dengan gigi sisir, tidak ada kelebihan antara satu dengan yang lain, melainkan jika mereka bertaqwa kepada Alloh”, begitu sabdanya.

Rahmat bagi Segenap Alam

Ini menantang saya untuk menghilangkan jurang antara rahmat dengan penderitaan yang terjadi pada orang-orang. Bagian yang paling berharga dari pekerjaan saya adalah bahwa saya berusaha melakukan hal yang akan membawa kesenangan, atau setidaknya rasa optimisme pada diri seseorang.

Meskipun dikatakan bahwa Alloh SWT tidak akan mengubah keadaan seseorang sampai ia sendiri yang mengubahnya, namun saya mendukung setiap aktivitas yang mendorong perubahan yang berarti bagi mereka. Andapun dapat melakukannya, sungguh menyenangkan. Itulah awal dari perjalanan menuju perbaikan untuk semua orang dan lebih dari itu, untuk diri saya sendiri, dan tentunya untuk Anda.

Risalah Berisi Kesempurnaan Akhlak yang Mulia

Alloh SWT mengirim risalah untuk manusia melalui pilihan-Nya yang dikenal sebagai Rosul (utusan) Alloh, sejak hari Dia membuat manusia pertama. Tujuan dari risalah ini adalah untuk membimbing manusia.

Alloh SWT telah memilih Muhammad Saw sebagai utusan-Nya kepada semua manusia, Nabi yang terakhir dari nabi-nabi sebelumnya; Isa, Musa, Yusuf, Ibrahim sampai Adam as. Semuanya membawa risalah yang sama yakni hanya menyembah Alloh SWT, memerintahkan yang baik dan melarang yang buruk.

Aku diutus ke dunia ini untuk menyempurnakan akhlak yang mulia

Risalah-risalah sebelumnya telah dirusak, dan Muhammad datang untuk membawa manusia kembali kepada kebenaran. Al Qur’an menekankan keyakinan akan keesaan Alloh SWT, kisah-kisah nabi-nabi dan juga Nabi terakhir, keadilan, kesetaraan dan adab sebagai cermin dari akhlak manusia.

Akhlak Muhammad Saw adalah semua kualitas mulia yang tergambar di dalam al Qur’an. Dia adalah seorang yang penuh dengan nilai-nilai kebajikan. Pemaaf dan memaafkan. Dia membalas kejahatan yang dilakukan kepadanya dengan kasih sayang. Kejujuran dan rendah hati adalah di antara akhlaknya. Keadilan adalah pengaruh dalam kepemimpinannya.

Dzikrulloh dan Peradaban Dunia

Muhammad Saw selalu diperlakukan orang-orang sekelilingnya dengan hormat. Namun ia terganggu oleh tradisi ketidakadilan. Ia menyaksikan sendiri terjadinya kemunduran moral manusia – dari pembunuhan bayi perempuan, penindasan orang-orang yang rentan dan berlangsungnya ketidaksetaraan. Seringkali ia menyendiri di Gua Hiro untuk bercermin, bertanya-tanya apa yang bisa ia lakukan untuk mengubah kebiasaan yang telah mengakar tersebut.

1 orang ini menginspirasi kehidupan manusia 14 abad setelah ia meninggal dunia

Suatu malam, ketika ia kembali pergi ke gua itu, ia mengalami peristiwa yang secara dramatis kelak mengubah dirinya, masyarakat dan dunia.

“Bacalah!”, sebuah suara menyuruhnya untuk membaca. Muhammad Saw menjawab bahwa dia tidak bisa membaca.

Sampai tiga kali suara itu menyuruhnya, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan qolam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Demikian Jibril membacakan wahyu pertama. Wahyu pertama dari banyaknya wahyu yang kelak datang kepada Muhammad Saw selama dua puluh tiga tahun. Tugasnya untuk berdakwah dan membangun kesadaran manusia akan keesaan Alloh SWT. 

Dampak kepemimpinan Muhammad Saw dalam rentang dua puluh tiga tahun membentuk perjalanan sejarah yang masih dapat kita saksikan hari ini. Komitmennya terhadap keberlanjutan nilai-nilai keadilan, kemerdekaan, persaudaraan, kesalehan sosial dan kesetaraan membawa sebuah risalah universal. Yang dimulai dari sekelompok kecil pengikut di abad ketujuh tanah Arab kini berkembang menjadi 1,6 miliar pemeluk dalam komunitas global.

Mereka mencontoh kehidupan pada budi pekertinya, dari cara beribadah samapai cara berpolitik, dari kebersihan pribadi sampai keterlibatan memperbaiki taraf hidup masyarakat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s